Lewati ke konten

Komponen — Box64, FEX, DXVK, Wine

Di halaman Apa itu Emulator udah dijelasin bahwa emulator PC = rantai penerjemah berlapis. Sekarang kita kenalan satu-satu sama pemain utamanya.

Komponen Tugas Nerjemahin
Wine Jembatan sistem Perintah Windows → Linux
Box64 / FEXCore Penerjemah CPU Instruksi x86/x64 → ARM64
DXVK Penerjemah grafis DirectX 9/10/11 → Vulkan
VKD3D-Proton Penerjemah grafis DirectX 12 → Vulkan

Wine BUKAN emulator. Wine itu implementasi ulang Windows API di atas Linux. Game manggil perintah Windows (CreateWindow(), Direct3DCreate9()), Wine nangkep dan nerjemahin ke perintah Linux yang setara.

Hal penting buat user mobile:

  • Lu ga bisa upgrade Wine sendiri. Wine ke-bundle di dalam APK emulator. Mau Wine versi baru? Ganti fork/versi emulator, bukan utak-atik file.
  • Registry Wine ≠ registry Windows. Tiap “Container” punya registry sendiri.
  • Inflection penting: Wine 10 (2025) bawa dukungan ARM64EC penuh + backend FFmpeg (cutscene video yang dulu crash sering kelar). Wine 11 (2026) gabungin wine64 ke wine — kalau fork lu Wine 11, perintah wine64 game.exe udah ga ada, pakai wine aja.

Ini bukan “simulasi CPU x86”. Keduanya JIT compiler: baca instruksi x86 → kompilasi jadi instruksi ARM64 → jalanin → simpan hasilnya (cache) biar next time cepet.

Translator Dipakai di
Box64 Winlator + semua fork (Bionic, Star, Frost, Cmod, Ludashi, dll)
FEXCore GameHub, BannerHub, GameNative, WinNative

Bedanya kapan dipakai:

  • Game tua (PES lawas, GTA SA, Silent Hill 2) → Box64 di Winlator udah cukup.
  • Game baru (Unity modern, anti-cheat) → FEX lebih akurat (emulasi TSO bagus). Pakai GameHub family.

Kenapa versi penting (upgrade = kadang dapet perf gratis):

  • Box64 0.3.8 nambah DynaCache (cache JIT ke disk → launch ke-2 jauh lebih cepet). 0.4.x = sweet spot sekarang.
  • FEX 2510+ kasih 2-3x speedup di game lawas (x87 math). FEX 2603+ turunin pemakaian RAM drastis (bagus buat HP <6GB).

Game manggil DirectX. Android cuma punya Vulkan. DXVK nerjemahin DirectX 9/10/11 → Vulkan, jalan di atas Wine.

Varian yang wajib lu tau (JANGAN ketuker — ini sumber kebingungan #1):

Varian Buat siapa Catatan
DXVK official (doitsujin) GPU modern Vulkan 1.3+ 1.x mentok di 1.10.3, lalu lompat 2.0. Ga pernah ada 1.11.x official
DXVK-Sarek Mali / Vulkan 1.1–1.2 Fork khusus GPU tanpa Vulkan 1.3. Nambal BCn + ClipDistance
gplasync (Ph42oN) GPU modern Vulkan 1.3+ GPL + async. BUKAN buat Mali tua
async (Sporif) Generik, lawas Archived Nov 2025. 1.7.2/1.10.3 async = ini, bukan Sarek

Aturan keras: Mali tanpa Vulkan 1.3 → DXVK-Sarek. Jangan kasih gplasync (butuh fitur GPL yang Mali tua ga punya).

Soal versi DXVK 2.x (buat GPU modern):

  • 2.4 — d8vk merged → DirectX 8 jalan built-in (lupakan d8vk standalone).
  • 2.7 — state cache lama dihapus → panduan “hapus dxvk.cache” jadi usang.
  • 3.0 (2026) — butuh Vulkan 1.4, basically ga relevan buat 99% HP sekarang. Jangan dipasang kecuali device lu bener-bener Vulkan 1.4.

Buat game DirectX 12. Binary terpisah dari DXVK. Di emulator biasanya tinggal toggle “DX12” di container settings. Game DX12 di mobile lebih berat & lebih sedikit yang jalan mulus dibanding DX11.


Game .exe → Wine (Windows→Linux)
→ Box64/FEX (x86→ARM)
→ DXVK / VKD3D (DirectX→Vulkan)
→ Driver GPU (Turnip/Sarek) → Hardware

Tiap setting yang lu ubah nyentuh lapis berbeda. Paham lapisnya = lu bisa diagnosa 10x lebih cepet.